Gubuk seluas dua kali
dua meter itu hanya beralaskan tikar, beratapkan terpal. Dindingnya pun hanya
dibalut dengan rongsokan triplek dan terpal yang disanggah hanya dengan bambu
dan kayu-kayu rongsokan. Di sekitarnya adalah semak-semak.
Siapapun yang baru
kali pertama melihat tidak akan menyangka bahwa sejumlah gubuk kecil dan lusuh
itu adalah sarang PSK murahan yang berada di Jalan Himalaya Utara III, Banjar
Kerta Sari, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.
Saking murahnya tarif
PSK di sana, setiap malam minggu tempat ini menjadi langganan anak-anak
sekolahan, mulai dari usia sekolah dasar hingga usia SMA.
Berdasarkan informasi
yang dihimpun, tempat prostitusi terselubung ini rupanya menyediakan layanan
PSK yang sangat murah, mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu sekali kencan.
Para PSK disana
dominan yang sudah tua. Namun, ada pula beberapa yang berusia 20-an. Namun ada
juga waria yang berkeliaran di sekitar lokasi tersebut.
Setelah menyepakati
harga, pria hidung belang yang datang langsung diarahkan masuk ke gubuk kecil beratapkan
terpal itu.
PSK disana diduga
tidak aman alias rawan penularan HIV/AIDS.“Iya disana itu sarang kelamin,
sarang HIV/AIDS, dan ternyata setiap hari rata-rata ramai saya lihat yang
datang kesana.
Sebanyak 20-an PSK
yang bekerja di sana. Tempat prostitusi yang sudah ada sejak empat tahun lebih
itu disebut-sebut sudah dilindungi oleh aparat penegak hukum.Selain itu dan
sudah ‘diamankan’ para preman.
Para PSK yang bekerja
disana tinggal kost di sekitar lokasi tersebut. Apabila sudah pukul 20.00 wita,
para PSK di sana sudah mulai keluar membuka layanan.
Sumber: Tribunnews.com, Denpasar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar